Niy cerita asalnya dari bulikQ yang baru menjalani operasi semacam kista. Yang maq aq share bukan masalah penyakitnya (krn tentu dah banyak yang mengupas ttg kista, and taw sndri ini bukan keahlian aq... :p)
Ceritanya dia di antar ma suaminya ke salah satu rumah sakit pemerintah di Surabaya, yang letaknya di depan lapangan hoki (lek arek suroboyo mesti wes ngerti).
Sebelum menjalani operasi, tiap pasien di wajibkan melakukan semacam registrasi di abgian administrasi... Nah pas itu kebetulan suaminya yang mendaftarkan bulikQ di bagian administrasi, dan bulikQ sndri duduk di ruang tunggu. Gak berapa lama, suaminya menghampirinya and nyerahin beberapa surat-surat. Lalu, karena ada sedikit keperluan dengan bagian lain, dia menyampaikan ke bulikQ "dek, nanti jam sekian klu aq belum kembali, langsung aja ke bagian administrasi ya. Tadi petugas yang disitu (sambil menunjuk meja bagian administrasi) bilang kalu jam sekian langsung ke bag admin lagi, biar di proses surat-suratmu." begitu kata suaminya.
Tepat saat jam yang sudah di katakan suaminya, ternyata suaminya belum kembali, mau tak mau dia melaksanakan perkataan suaminya tadi, dengan harapan segera di tangani. Dengan segera dia beranjak dari kursi dan menghampiri meja administrasi. Dengan spontan bulikQ tny "Bu, surat ini di pakai untuk kelengkapan operasi ya?". Di luar dugaan, wanita bagian administrasi tersebut menjawab dengan lantang "TADI SUAMINYA YA YANG NGURUS...???!!!??? MAKANYAA... KALO GAK TAU ITU TANYA..!!! JANGAN NYUSAHIN ORANG KYK GINI...!!! JANGAN DIBIASAIN MANJA JADI ORANG...!!! Masyaallah... orang yang bekerja di bidang sosial, ternyata sangat tidak memiliki tutur kata yang baik. BulikQ dalam hati cuman berkata.., "kamu khan tau kalo aq ini sakit, kalo aq sehat juga pasti akan berusaha lebih keras..." dengan pilu dia mencari suaminya.
Dari hal kecil ini, kita tau bahwa ternyata, orang2 yang bekerja di rumah sakit lebih banyak beresiko berbuat dosa kalo gak bisa sabar dan tahan sikap. Aq gak bilang ini berlaku bwat semuanya, tapi hanya sebagian kecil kejadian yang kadang luput dari rasa empati qta.
Jelas2 yang ditanganinya adalah orang sakit, kenapa dy masih tega berkata keras sperti tidak punya perasaan. Apa jadinya kalo bulikQ merasa dirinya teraniaya dengan perkataan petugas tadi?? Lalu tanpa sadar mendoakan si petugas tersebut???
Pelajaran kecil dan sangat berharga buatQ... belajar sabar untuk menjelaskan sesuatu jauh lebih baik daripada tanpa sadar disumpahin :p.....
Dan lagi... kebanyakan perawat dan petugas d rumah sakit umum pemerintah, attitudenya gak dijaga, gak dipelihara supaya bisa menenangkan si sakit biar punya semangat untuk tetap bertahan.
Ato emang pemerintah sengaja mengajarkan poal sikap seperti itu pada pekerja2 seperti mereka, biar si pasien ketakutan, trus tegang, khawatir, akhirnya gak pny semangat bwat hidup, yg lambat laun akan mempercepat proses si pasien untuk menghembuskan nafas terakhir.
Apa ini salah satu cara pemerintah buat mengurangi kepadatan penduduk??
Ato ini tanda2 menurunnya moral??
Who know's???
Juz wana say thx for Allah (thx for uR miracle)
Makasih bwat bulikQ yg dah maw share pengalamannya... semoga cepat sembuh (*_~)
Thx for my parentz to keep warmth for me...
Thx bwat bagian administrasi, semoga aQ bukan termasuk org2 yang tdk punya belas kasihan seperti kalyan...
(*_~)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar